Berapa Suhu Ideal Untuk AC di Kantor?

Mungkin Anda pernah menyaksikan perdebatan antar karyawan di kantor hanya karena masalah remote AC. Satu pihak merasa ruangan terlalu panas, sementara pihak lain mulai menggigil dan kesulitan berkonsentrasi.
Tidak sedikit ruang kerja yang menyetel AC pada suhu 18°C dengan harapan ruangan bisa menjadi cepat dingin. Kebiasaan ini keliru dan justru memicu pemborosan listrik yang sangat besar bagi operasional perusahaan Anda.
Berapa Sebenarnya Standar Suhu Ruangan yang Resmi di Indonesia?
Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah merumuskan standar kenyamanan thermal agar ruangan tidak terlalu panas maupun terlalu dingin. Aturan tersebut tertuang dalam dokumen SNI 6390:2020 mengenai konservasi energi sistem tata udara.
Berdasarkan regulasi tersebut, ruang kerja kantoran idealnya diatur pada rentang temperatur 25°C±1°C. Angka ini adalah titik tengah yang paling optimal untuk kondisi tubuh manusia di wilayah tropis seperti Indonesia.
Selain suhu, SNI 6390:2020 juga mengatur agar tingkat kelembapan relatif ruangan dijaga berada di kisaran 60%±10%. Batasan ini sangat penting agar udara kantor tidak terlalu kering yang bisa membuat mata perih, serta tidak terlalu lembap yang bisa memicu pertumbuhan jamur.
Apakah Menyetel AC ke Suhu 18°C Bisa Mempercepat Pendinginan?
Banyak orang mengira dengan mengatur AC langsung ke suhu 18°C akan membuat ruangan lebih cepat dingin. Secara hukum termodinamika dan mekanis, asumsi tersebut sama sekali tidak tepat.
Yang terjadi justru AC Non-Inverter maupun AC Inverter akan bekerja terus menerus untuk mendinginkan ruangan hingga mencapai suhu tersebut. Kondisi ini akan menjadi jauh lebih parah jika ruangan kantor Anda sering terbuka atau mengalami infiltrasi udara luar.
Selain itu, menyetel suhu 18°C di lingkungan tropis membuat kelembapan udara terkondensasi di dalam AC. Tidak hanya membuang energi, tetapi juga berisiko menyebabkan pembekuan es atau frosting pada kisi-kisi AC jika filter udara Anda kotor.
Bagaimana Dampak Nyata Pengaturan Suhu Ini bagi Finansial Bisnis Anda?
Setiap penurunan suhu 1°C pada remote AC akan meningkatkan konsumsi energi kompresor sekitar 6% hingga 10%. Angka persentase ini merupakan metrik efisiensi nyata yang sangat sering diabaikan oleh para pengelola gedung perkantoran.
Jika kantor Anda memaksakan suhu ruangan pada angka 18°C dari yang seharusnya 25°C (selisih 7°C), terjadi akumulasi pemborosan konsumsi daya listrik yang berkisar antara 42% hingga 70%. Kebocoran finansial ini tentu saja akan langsung membengkakkan tagihan utilitas bulanan perusahaan Anda secara drastis.
Pemborosan ini tetap akan terjadi secara masif meskipun kapasitas AC yang terpasang di kantor Anda sangat besar (over-capacity). Walaupun kompresor bisa mati saat menyentuh angka 18°C karena PK AC yang besar, energi yang dihabiskan untuk mencapai titik dingin ekstrem tersebut tetap luar biasa boros.
Kesimpulan
Jangan atur suhu AC menjadi -18°C karena akan membebani kinerja kompresor AC sehingga mengkonsumsi listrik lebih banyak.
Suhu AC yang dikalibrasi dengan tepat sesuai standar nasional akan menghemat pengeluaran bisnis secara signifikan.
Selain itu juga penting untuk melakukan maintenance AC secara berkala agar kinerja AC kantor Anda tetap efisien.
