Apa Itu Sick Building Syndrom pada Tempat Kerja?

Mungkin Anda pernah merasa heran mengapa tubuh mendadak lemas, kepala pening, atau tenggorokan gatal saat bekerja di tempat kerja seperti kantor atau ruko.
Kondisi ini bisa jadi bukan karena Anda kurang tidur, melainkan akibat fenomena Sick Building Syndrome yang dipicu oleh kegagalan sistem tata udara pada bangunan tempat kerja Anda.
Apa Itu Sick Building Syndrom?
Dikutip dari Kemenkes berdasarkan definisi Environmental Protection Agency (EPA), Sick Building Syndrom adalah situasi di mana penghuni gedung mengalami gejala akut dan efek ketidaknyamanan yang berkaitan dengan lamanya waktu yang dihabiskan di dalam gedung, tapi tidak ada penyakit atau penyebab spesifik yang dapat di-identifikasi.
Kondisi ini sering dialami oleh pekerja yang berada di dalam ruangan kerja terlalu lama. Terlebih pada ruangan dengan ventilasi udara yang minim.
Bagaimana Sick Building Syndrom Membuat Anda Sakit?
Bangunan usaha yang sehat seharusnya bisa “bernapas” dengan mengalirkan udara segar secara lancar. Ketika AC bekerja tanpa sirkulasi udara yang memadai polutan akan terjebak di dalam ruangan.
Selain itu AC yang jarang dibersihkan akan menumpuk sisa uap air dan menciptakan area yang sangat lembap. Bagian baki penampung air AC atau drain pan yang kotor merupakan tempat paling ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak.
Udara kotor yang terus berputar di ruang tertutup inilah yang perlahan membuat Anda menjadi sakit saat bekerja.
Apa Solusi Agar Ruangan Kerja Tidak Pengap?
Langkah utama yang wajib dilakukan agar ruangan tidak pengap adalah memastikan sistem ventilasi menyuplai udara segar dari luar.
Pasokan udara segar ini sangat penting untuk mendorong keluar udara yang kotor dan mempertahankan tekanan udara positif di dalam ruangan kerja Anda.
Berapa Suhu Ideal AC di Tempat Kerja?
Jika merujuk pada standar nasional SNI 6390:2020, kenyamanan ruangan yang sehat bisa dicapai dengan mengatur suhu sekitar 25°C.
Setelan suhu ini wajib dibarengi dengan menjaga tingkat kelembapan relatif atau Relative Humidity pada angka 55%.
Dengan pengaturan tersebut udara di dalam ruangan menjadi tidak terlalu lembap ataupun kering. Kondisi yang nyaman untuk ruangan kerja.
Kesimpulan
Kesehatan seluruh karyawan di dalam kantor sangat bergantung pada kualitas udara yang mereka hirup selama berjam-jam setiap hari. Memastikan sistem HVAC bekerja dengan optimal bukan sekadar urusan menjaga ruangan tetap dingin dan nyaman.
Langkah ini adalah investasi nyata untuk melindungi aset perusahaan yang paling berharga, yaitu kesehatan dan fokus kerja Anda.
Selanjutnya jangan lupa untuk menjadwalkan pencucian filter dan perawatan AC secara berkala setiap beberapa bulan sekali.
Pembersihan rutin ini adalah solusi untuk memutus rantai penyebaran kuman sekaligus menjaga performa unit AC tetap hemat energi.
Referensi
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1968/sick-building-syndrome
https://prodiaohi.co.id/sick-building-syndrome-3
